Kamis, November 15, 2007

Kembali kepada diri sendiri

Saya kerap mengisahkan cerita ini di pelatihan-pelatihan. Saya lupa sumbernya, tapi mungkin sudah pernah anda baca atau dengar sebelumnya. Di SMART FM juga pernah dikisahkan oleh seorang pembicara. Ada seorang mandor bangunan yang minta pensiun kepada bossnya setelah bekerja 20 tahun. Tabungannya sudah banyak. Ketika permohonan berhenti diajukan, bossnya menolak. "Proyek kita masih banyak, nanti gimana dong, saya susah cari orang yang kayak kamu. Kerjamu bagus". Si Mandor ngotot. Lama-lama akhirnya bossnya menyerah. "Oke, kalo itu keinginanmu, aku kabulkan dengan satu syarat. Tolong buatkan saya satu rumah lagi".

"Yaah boss, saya sudah ngebet pengen pensiun," katanya. "Alaaah, satuuu lagi saja ... cuma satu,"jawab bossnya. Akhirnya si Mandor tadi mengiyakan dengan ogah-ogahan. Ia kemudian mengerjakan pesanan satu rumah terakhirnya. Karena pikirannya sudah tidak fokus, ingin segera pensiun dan beristirahat, yang biasanya bekerja dengan penuh ketekunan, kali ini buru-buru. Pengecatan cukup sekali, yang biasanya 3x. Lantai tidak rata. Kusen kurang lurus. Tidak seperti biasanya, hasil kerjanya kali ini kurang bagus. Tapi ia tidak peduli karena yang ia pikirkan adalah segera pensiun. Toh, habis ini tidak ada tugas lagi. Titik.

Setelah selesai lebih awal dari jadwal normal, si Mandor menghadap bossnya di kantor. "Boss, pesanannya sudah jadi, silakan dilihat di lokasi". Si Boss mengambil kunci rumah yang diberikan oleh si Mandor, kemudian ia berkata kepada si Mandor, "Aku senang kamu selesai lebih cepat. Atas pengabdianmu selama 20 tahun, dan demi persahabatan kita, ini -- ambil kunci ini -- aku serahkan rumah itu buat bekal pensiunmu...." Gubrakkk! Si Mandor pingsan karena menyesal.

Segala sesuatu yang kita lakukan, akan kembali kepada kita sendiri. Kalau kita kerja dengan penuh kualitas, hasilnya akan 'penuh' pula kembali kepada kita. Kalau kita kerja bagus, maka kita juga dapat bagus. Kalau kita kerja setengah-setengah, maka kita dapat setengah-setengah juga, malah mungkin tidak sampai setengah. Kalau anda kerja culas, malas-malasan, mengakali aturan, atau malah kerja rajin, disiplin, tekun, semuanya akan kembali kepada diri anda sendiri. Makanya anda kalau mau menghormati orang tidak usah pusing dengan respon mereka, toh anda memberi penghormatan kepada orang lain itu juga sebenarnya untuk kebaikan diri anda sendiri. Kalau anda tidak mau menghormati orang lain, itu juga hasilnya akan kembali ke diri anda sendiri.

Jadi, kalau anda di ruangan ini mengantuk, melamun, ngobrol, keluar ruangan, no problemo. Silakan saja, saya tidak terganggu. Saya tidak rugi. Karena apa yang anda lakukan sesungguhnya bakal kembali kepada diri anda sendiri...

Selesai menceritakan kisah ini, biasanya, mereka yang mengantuk atau kurang perhatian, jadi bangun kembali ...

1 komentar:

frans mengatakan...

walau pun menyesal, masih untung juga mandor itu, lha wong gratis... ada beberapa kemungkinan stlh itu, rumah direnov lagi karena udah byk duit, atau langsung jual, atau dipakai untuk orang yg krg mampu. kalo kita diposisi mandor itu, apa yg akan kita lakukan?