Selasa, November 13, 2007

AGAR vs DENGAN

"Bagi anda yang sudah sukses, silakan berdiri ....", pinta saya kepada peserta pelatihan.

Biasanya, tidak ada satupun yang berdiri. Kalaupun ada, paling satu-dua orang. Kemudian saya tanya lagi kepada yang tidak berdiri.

Saya : "Jadi anda belum sukses ?"
Peserta : "Ya",
Saya : "Kalau begitu kapan anda sukses ?"
Peserta : "Kalau sudah mencapai apa yang saya inginkan"
Saya : "So, apa yang anda inginkan ?"
Peserta : "Ya kesejahteraan, kebahagiaan ...."
Saya : "Anda sejahtera dan bahagia kalau sudah apa ?"
Peserta : "Sudah punya cukup uang, karier, keluarga ..."
Saya : "uang berapa yang bikin anda bahagia ?"
Peserta : "hmmm ... satu milyar ! ... dan saya sudah jadi direktur" ...
Saya : Jadi anda bahagia kalau sudah punya uang satu milyar ? dan jadi direktur ?"
Peserta : "Ya"
Saya : "Kapan anda punya uang satu milyar dan jadi direktur ?"
Peserta : "Hmmm ... tidak tahu .. ya akan saya usahakan secepatnya ?"
Saya : "Kapan secepatnya itu ... ?"
Peserta : " ..................."
Saya : "Berarti masih lama .. masih nanti-nanti ? .... Jadi anda bahagianya nanti ?" ...
Peserta : "...................."
Saya : "Kalau saya ikuti definisi anda, bahwa sukses adalah bahagia karena mencapai apa yang diinginkan, sekarang saya tanya ... hari ini anda sudah mencapai apa yang pernah anda inginkan tidak ?"
Peserta : "... eh, ... hmm .. sudah ..."
Saya : "Nah, anda ingin lulus sarjana -- sudah tercapai. Anda ingin dapat pekerjaan -- sudah tercapai. Anda ingin punya pasangan -- sudah tercapai. Anda ingin punya motor -- sudah tercapai. Anda ingin punya anak -- sudah tercapai. Anda ingin punya duit -- sudah tercapai. Anda ingin sehat -- sudah tercapai. Anda ingin ikut training ini -- sudah tercapai.... Kalau mengikuti definisi sukses menurut anda tadi, berarti sekarang anda sudah sukses dong ?"

"Kalau anda baru bahagia kalau nanti sudah tercapai keinginan anda, berarti sekarang anda tidak bahagia dong ? .. Padahal katanya anda sudah sukses mencapai apa yang anda pernah inginkan ? ...

"Jadi, bukan 'mari mencapai tujuan AGAR bahagia ...', tetapi 'mari mencapai tujuan DENGAN bahagia ... So, kalau begitu kapan anda bahagia ?

"Sekarang ....!!" jawab mereka.

Saya melanjutkan, "Kalau anda merasa sudah menjadi orang sukses, maka otomatis anda akan berpikir, berperilaku, dan bertindak sebagaimana yang dilakukan orang sukses. Anda akan antusias, disiplin, gemar belajar, tough, fighting spirit tinggi, dst. Kalau anda berpikir, berperilaku, dan bertindak seperti orang sukses, otomatis nanti anda akan mendapatkan apa-apa yang didapatkan oleh orang sukses..."

"Sekarang silakan pejamkan mata dan bayangkan anda SUDAH jadi direktur. Anda bisa kan membayangkan bagaimana cara anda berpikir, berpakaian, berjalan, berbicara, memutuskan ?. Nah, nanti hasilnya akan didapatkan ..."

"Oke, sekarang saya tanya sekali lagi. Siapa yang sudah sukses, silakan berdiri ..."

Kali ini seluruh peserta berdiri .... Kalaupun ada tampak masih ragu-ragu, akhirnya ia berdiri juga ....

3 komentar:

SILVIANI SRI RAHAYU mengatakan...

Di dunia tidak ada yang abadi. Menurut saya tidak ada yang bisa memberi kebahagian yang Sebenarnya di dunia ini karena manusia tidak pernah merasa PUAS dengan apa yang sudah dia punya. Penghasilan sebesar apapun tidak memberi bahagia yang sesungguhnya. Ngga dikasih anak tidak bahagia, dikasi anak satu minta lagi. Diberi anak banyak... banyak juga masalahnya. KITA MANUSIA SEBENARNYA TIDAK PANDAI BERSYUKUR

Prasetya Maytrea Brata mengatakan...

padahal dengan kita bersyukur atas apa yang telah dimiliki, anugerah selanjutnya akan dilimpahkan kepada kita .... itu janji Tuhan ....

Anonim mengatakan...

Karena saya diajar secara katolik, saya akan mengutipkan, Yesus berkata, jangan khawatir akan apa yg kamu makan/minum/pakaian dsb. Lakukanlah kehendak Allah maka segalanya akan ditambahkan. Sesuai banget sama tulisan Mas Pras, kehendak Allah pasti berbuat benar, optimis, semangat belajar, and then semuanya akan ditambahkan. Bravo Om Pras... God Bless You man...