Senin, Desember 17, 2007

Berkendara Cerdas

  1. Persiapan yang matang

1.1. Sebelum berangkat menuju tempat tujuan, perhitungkan mau lewat jalan mana, potensi hambatan yang mungkin terjadi, masuk tol mana sehingga uang tol sudah dipersiapkan sejak belum berangkat.

1.2. Jika tidak tahu tempatnya, pelajari di peta terlebih dahulu.

  1. Perhatikan etika berkendara, jaga perasaan dan kepentingan masyarakat yang lebih luas, hindari sikap egois dan mau menang sendiri, atau menampakkan kebodohan diri.

2.1. Penggunaan lampu dim dan klakson seminimal mungkin, jangan terlalu sering. Sebelum membunyikan klakson atau menyalakan lampu dim, cek/lihat dulu di depan, apakah kendaraan di depan memang lambat, atau karena ada hambatan lain. Jika ada hambatan lain, misalnya menunggu mobil depannya parkir/memutar/masuk jalur, kita perlu bersabar, jangan membunyikan klakson/menyalakan lampu dim, nanti kita disangka orang yang bodoh dan egois.

2.2. Ikut antrian, terutama jika jalan sempit. Jangan keluar dari antrian kecuali jalannya memang untuk dua jalur.

2.3. Jangan masuk jalur busway yang aktif meskipun dipersilakan polisi (kecuali jalur busway yang belum digunakan).

2.4. Utamakan/dahulukan pejalan kaki yang minta jalan/menyeberang

2.5. Jika ada kendaraan yang ingin masuk jalur dengan sopan (menyalakan lampu sign), beri kesempatan.

2.6. Jika ada kendaraan lain menyerobot atau melanggar lalu-lintas/tidak sopan, jangan beri kesempatan. Enak aja lu

2.7. Jangan berjalan lambat di lajur kanan. Kalau mau lambat, ambil lajur lebih kiri.

2.8. Jika ada kendaraan di depan berjalan lambat di lajur kanan, beri tanda (lampu + klakson jika siang hari atau hanya lampu jika malam hari) agar ybs pindah ke lajur lebih kiri (kecuali kendaraan tentara/POLRI – berani ?)

2.9. Kalau mau menyalib harus berhasil. Pastikan ada ruang yang cukup untuk berhasil menyalib dengan menambah kecepatan, jangan main pindah jalur mau menyalib tanpa diperhitungkan tapi tidak berhasil karena terhambat mobil di depannya yang berjalan lebih lambat, itu namanya memalukan karena bisa disangka bodoh, tidak bisa perhitungan.

2.10. Khusus motor, jangan menyerobot, hormati kendaraan lain yang minta jalan. Kalau mau zigzag di antara mobil-mobil di kala macet, hati-hati jangan sampai menggores kendaraan lain.

2.11. Sampah disimpan dulu di kendaraan, jangan dibuang di jalan

  1. Mencegah diri kita menjadi penyebab kecelakaan atau korban kecelakaan

3.1. Lihat pandangan sejauh mungkin, jangan hanya 1-2 kendaraan di depan (rawan kecelakaan), sering-sering melihat sekeliling, sehingga juga bisa hafal nama-nama jalan dan nama-nama tempat/gedung penting. Lakukan analisis sebelum bertindak.

3.2. Jaga jarak dengan kendaraan depan 2-3 detik.

3.3. Ketika berhenti (lampu merah, macet) jarak dengan kendaraan di depan adalah : jika masih bisa melihat ban belakang mobil depan kita. Tujuannya : jika ada apa-apa di depan kita (mogok) kita bisa langsung keluar dari barisan.

3.4. Jangan sering pindah-pindah lajur terutama di tol, apalagi ambil lajur badan jalan paling kiri tanpa alasan yang kuat.

3.5. Kalau mau pindah jalur/belok, sudah menyalakan lampu sign dari jauh. Jangan mendadak (ini kok masih diingatkan ya ?)

3.6. Antisipasi di depan kondisi lalu lintas seperti apa, apakah ada pertigaan, perempatan, dll, sehingga dari jauh-jauh sudah ambil ancang-ancang/berada di jalur tersebut.

3.7. Kalau mau belok kiri atau kanan, jangan memotong, tapi dari jauh sudah berada di lajurnya. Misalnya di depan mau belok kiri, maka ambil lajur kiri, jangan main potong dari kanan langsung ke kiri. Itu namanya bikin susah orang lain.

3.8. Abaikan panggilan telepon/sms jika berkendara di jalan yang lancar, apalagi di tol. Kalau terpaksa, terima panggilan telepon saat kendaraan sedang berhenti (lampu merah, atau macet berat).

3.9. Jika ada anak kecil atau orang tua di depan kita, ekstra hati-hati. Perlambat kecepatan dan siap dengan rem. Perilaku tak terduga bisa saja terjadi (tahu-tahu menyeberang).

3 komentar:

herbayu mengatakan...

Ada satu lagi Prass, ngantuk saat berkendara sangat berbahaya. Harus berhenti dan menghilangkan kantuk. Yg menjadi masalah, biasanya saat kita mengantuk, kita tahu harus berhenti untuk menghilangkan kantuk tetapi tidak kita lakukan.

Prasetya Maytrea Brata mengatakan...

Lebih apes lagi, kita ngantuk, trus kita tau cara menghilangkan ngantuk, yaitu ngopi .. lalu kita mau berhenti, tapi nggak punya duit buat ngopi ...

-oci- mengatakan...

yang paling apes sih, kita ngantuk, trus kita tau cara menghilangkan ngantuk, yaitu ngopi .. lalu kita mau berhenti, udah punya duit buat ngopi, tapi rest area terakhir buat ngopi udah kelewatan (terutama kalo ada di tol Cipularang) ...