Minggu, Januari 18, 2009

Alfie


"Ya Allah, saat kami menengadahkan tangan, menundukkan kepala dan hati kami, kami segera menyadari bahwa kami ini makhluk yang lemah di hadapanMu yang memerlukan pertolongan senantiasa dariMu.

Kami segera menyadari, kami berada pada tempat dan waktu yg atas izinMulah ini semua terwujud. Engkau berikan kami kebahagiaan karena salah satu dari kerabat kami, Alfie Hujiansyah dan Poppy Purbasari telah Kau persatukan dalam bahtera rumah tangga. Ini menyadarkan kami juga bahwa dua keluarga besar telah Engkau persatukan untuk saling bersilaturahim, berbagi, memberi nilai dan mendukung satu sama lain.

Untuk itu tidak ada hal yangg dapat kami ungkapkan kecuali bersyukur dan berterimakasih kepadaMu ya Allah.

Ya Allah ya Tuhan yang Maha Segala... Alfie dan Poppy memiliki cita-cita menjadikan rumahtangga mereka sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun untuk menuju ke cita-cita itu, mereka harus memperjuangkannya. Untuk itu kami memohon kiranya Engkau berikan kesadaran dan kekuatan dalam perjalanan mereka mencapai cita-cita mereka, dan kekuatan dalam ikhlas dan mensyukuri setiap keadaan yang Kau berikan kepada mereka, sehingga bukan hanya mereka bahagia saat mencapai cita-citanya, tetapi lebih dari itu, mereka bahagia dalam perjalanannya. Mereka mencapai cita-cita DENGAN bahagia.

Ya Allah, mohon kuatkan dan beri petunjuk kepada kami dalam menafsirkan, memaknai, mengartikan segala masalah yang kami hadapi dengan arti yang Engkau harapkan, bahwa masalah adalah anugerah dariMu untuk menjadikan otot mental, emosi, dan jiwa kami menjadi kuat dan besar. Ujian menjadikan kami naik ke kelas yang lebih tinggi lagi.

Bantulah kami menjadi diri yang berkuasa atas tubuh, pikiran, perasaan, tindakan dan nasib kami. Kami sadar bahwa nasib kami saat ini adalah hasil pilihan kami di masa lalu, dan nasib kami di masa depan adalah hasil dari pilihan kami saat ini. Sebagaimana Engkau telah sabdakan, Engkau tidak akan mengubah nasib kami kecuali kami sendiri yang mengubahnya. Untuk itu bantulah kami dengan petunjukMu ketika kami perlu memilih pikiran dan tindakan kami, agar senantiasa selaras dan sebangun dengan peta kehidupan yang telah Engkau tetapkan dalam ayat-ayatMu

Mohon beri petunjuk agar kami terhindar dari nada-nada yang membawa perpecahan, dan suara-suara yang mengakibatkan perselisihan, baik pada diri kami, keluarga kami, bangsa kami dan seluruh bangsa-bangsa di dunia ini senantiasa dalam damai.

Ampunilah kami, orang tua kami, dan pemimpin-pemimpin kami. Semoga seluruh tindakan kami selama ini Engkau ampuni jika salah, dan Engkau ridhoi jika menurutMu benar.

Akhirnya serahkan diri kami, keluarga kami dan bangsa kami kpdMu untuk kau limpahi rahmat" ...

Ini adalah penggalan doa yang saya tulis di blackberry dan saya lantunkan di resepsi pernikahan adik ipar saya, Alfie -- dengan Poppy. Script itu saya buat hanya 10 menit sebelum resepsi dimulai, padahal request Alfie ke saya tiga hari yang lalu.

Ketika Ruri adik isteri saya anfal beberapa hari sebelum wafatnya, di kamar perawatan di hadapan kerabat-kerabat, Alfie menangis. Ia tidak tega melihat penderitaan Ruri. Jarang sekali saya melihat seorang suami menangisi isterinya. Ketika Ruri akhirnya menghadap Sang Khalik, dalam beberapa kesempatan Alfie rajin mengunjungi makam Ruri.

Beberapa kali isteri saya mem-forward surat-surat elektronik Alfie yang menceritakan perkembangan kehidupannya beserta dua puterinya yang masih anak-anak dan batita. Sebagian besar berisi kerisauan, kebingungan, 'penderitaan' dia dalam mengatur hidupnya yang berubah itu. Ia harus pergi keluar kota selama beberapa hari, sementara anak-anaknya perlu diurus ini-itu, supir keluar, kenangan-kenangan bersama Ruri yang muncul, dan seabrek persoalan lain. Sementara oleh kantornya, beberapa waktu mendatang ada kemungkinan ia ditempatkan di luar negeri dalam kurun waktu yang lama.

Empat bulan berlalu, akhirnya ia dihubungkan oleh staf kantornya kepada seseorang yang bernama Poppy. Yang menarik, setelah Poppy nyambung dengan anak-anak Alfie, Poppy kemudian diperkenalkan pertama kali justru kepada keluarga kami. Ia dibawa ke rumah ibu mertua saya, dan mengajak kakak ipar dan saya dan isteri berkenalan.

Ketika acara lamaran, Ibu mertua dan kami juga diajak. Selesai acara lamaran, Alfie dan anak-anak langsung mendatangi makam Ruri. Saya lihat Alfie menangis di depan makam Ruri. Saya tidak tahu benar atau tidak, tapi dalam pikiran saya, seolah-olah Alfie berkata dalam hati, "Bun .. alhamdulillah sudah ada yang meneruskan perjuanganmu .. ada yang ikhlas mau mengasihi anak-anak kita .. kamu tetap ada di hati kami sampai kapanpun ..."

Akhirnya Alfie menikah dengan Poppy hampir lima bulan setelah wafatnya Ruri. Yang mendampingi Alfie saat berada di pelaminan adalah ayahnya dan ibu mertua saya, bukan isteri ayahnya (ibu kandung Alfie sudah wafat).

"Denger-denger Alfie udah nikah lagi ya ? ... cepet banget ya ? ... belom juga kering tanah makamnya Ruri ...", begitu sebuah komentar dari seorang teman yang kenal dengan Ruri. Saya memang sudah merasa pertanyaan ini bakal muncul entah dari siapa.

Saya pikir, seandainya orang itu berada pada posisi Alfie, maka empat bulan hidup dalam kesendirian dengan berbagai kepelikan untuk mempertahankan hidup lahir batin seperti yang dialami Alfie, bukanlah waktu yang singkat. Tidak ada alasan untuk menunda hadirnya ibu pengganti untuk Abit dan Fira -- anak Alfie -- keponakan saya -- untuk mendapatkan kasih sayang seorang bunda, karena saya merasa keluaga yang baru ini tidak akan menghapus keberadaan Ruri dalam sejarah kehidupan mereka. Ruri adalah hal yang terbaik buat Alfie dan anak-anaknya, dan Poppy adalah hal yang terbaik berikutnya untuk mereka. Life must go on.

Di ujung resepsi pernikahan, seorang sepupu ipar berbisik kepada saya, "Saya banyak belajar dari keluarga Soejachmoen. Ibu begitu tegar (waktu Ruri meninggal, dan waktu mendampingi Alfie di pelaminan). Saya lihat ia menyeka pipinya. Matanya berlinang.***

7 komentar:

Kuki mengatakan...

Life must go on ... kenyataan hidup lah yang harus kita jadikan basis dalam menilai banyak hal. InsyaAllah semua yang telah terjadi dan berbagai keputusan yang telah diambil akan menjadi awal dari hal-hal yang lebih baik lagi di kemudian hari ... I'm so proud to be part of Soejachmoen, terima kasih Bapak & Ibu yang sudah memberikan pendidikan kepada kami semua ... I love you so much ...

Anonim mengatakan...

Saya salut dengan cara Alfie menjaga silaturrahim dengan Ibu Soejachmoen, dan lebih salut lagi dengan kebesaran hati seluruh keluarga Soejachmoen, Alfie betul dianggap sebagai adik (bukan adik ipar) sehingga semua kakak2nya terlibat dalam pengurusannya. Saya bangga menjadi teman keluarga ini, dan belajar banyak dari kalian semua...
Untuk Alfie, orang yg berbicara miring, pastilah orang yg tidak mengetahui seluruh permasalahannya... semoga Allah memberikan kesabaran kepada Alfie dan Poppy ya! (Yeni, Ibu Matre NCC)

Nadrah Shahab mengatakan...

Bila Allah SWT sudah menuliskan takdirNYA, itulah yang akan terjadi. Perjalanan anak manusia tidak dapat dibimbing dengan kicauan anak manusia yang tidak mengerti akan arti hidup yang sebenar. Melanjutkan hidup karena Allah SWT adalah hal yang paling mulia.
Cintailah anak manusia dengan kasih yang tulus karena Allah SWT serta doa dari kawan-kawan tercinta akan menyertai langkah yang panjang.
Selamat menempuh hidup baru untuk Alfie dan Poppy, InshaAllah semua dalam naungan Allah SWT dan Menjadi keluarga yang selalu di bari Rahmat dan BarakahNYA. Amien

Riana mengatakan...

Ketika ibunda saya wafat pada 1998, ayah menjalani hidup seperti orang yang sudah "mati". Kami anak-anaknya segera mendorong ayah untuk segera mencari pengganti mama dan bahkan kemudian membantu mencarikan untuk beliau. Tidak sampai setahun kemudian ibu kami yang kedua hadir dan ayah memiliki sandaran hati lagi. Teman di kala suka dan duka. Pernikahan bukanlah sekedar urusan hubungan lelaki dan perempuan yang penuh kerumitan, cinta manusia yang sarat pamrih dan cemburu. Pasangan hidup adalah kodrat manusia, teman mengayuh biduk dunia dan akhirat, yang kita cintai karena cinta kita kepada Allah. Subhanallah, disegerakan ada pengganti Ruri. Allah maha baik. NikmatNya tak penah putus.

Dewi Anwar mengatakan...

Sebelumnya saya menyesal tidak dapat langsung mendengar do'a mas pras saat resepsi Alfie krn saya ada tugas mengajar. Saya akui, saya termasuk salah satu orang yang mempunyai pikiran "miring" tersebut, walopun tidak terungkap tapi terbersit dipikiran ini.
Saya termasuk teman curhat ruri sejak kami mejadi teman dekat, saya tahu betapa dia sangat mencintai Alfie dan anak2nya, beberapa kekhawatiran sempat terucap dari bibirnya saat penyakit mulai mengrogotinya...Memang saya tidak pada posisi Alfie, sehingga saya tidak tahu penderitaan Alfie sesungguhnya. Setelah saya ungkapkan pada suami saya, Alhamdulillah dia memberikan masukan yang membuka pikiran saya, cerita dari Mbak Fatmah serta tulisan inipun makin membuka pikiran saya, bahwa saya keliru...
Saya dan suami, sangat mendambakan hadirnya anak selama 7 tahun, karenanya kekhawatiran saya terhadap Abit dan Fira mungkin penguat terbersitnya pikiran miring itu.
Terima kasih atas sharingnya, semoga perjuangan Poppy menggantikan Ruri mendapat kemudahan dalam proses dan pencapaian tujuannya. Selamat ya Alfie dan Poppy..doa saya untuk kalian dan anak2 selalu..

Anonim mengatakan...

Tulisan mas Pras, seperti biasa, sangat menyentuh.Kami ikut berbahagia atas kebahagian Abit, Fira, Mas Alfie dan Mbak Poppy. Insya Allah, segala hambatan dan tantangan akan mudah dilewati keluarga Mas Alfie. Apalagi...ada mas Pras dan Provokasinya...

Selamat ya..
Titik

FAJAR S PRAMONO mengatakan...

Speechless... Saya pernah merasakan masa-masa "sepi" itu pasca dipanggil-Nya Ibu saya beberapa tahun lalu.

Turut berbahagia untuk keluarga besar Mas Prast. Salam buat keluarga Mas Alfie.

--Fajar S Pramono dan keluarga--