Minggu, Desember 21, 2008

Berani Salah


Seperti biasa, kalau saya mengajar, saya menghindari memulai kuliah dengan definisi yang saya sodorkan langsung kepada mereka. Kalau saya jadi mahasiswa, biasanya langsung bete, apalagi seandainya saya mahasiswa sore yang sudah bekerja. Bagi saya, biarlah mahasiswa sendiri yang memberi definisi dari pengalaman mereka 'bermain-main' dengan pembicaraan yang membicarakan hidup mereka itu.

Kali itu saya memberi kuliah tentang Teknik Presentasi. Saya bertanya, kalau anda mendengar tentang 'p r e s e n t a s i', apa yang terlintas dalam pikiran ?. Selain kata-kata 'menjelaskan', 'ide', 'gagasan', 'produk', 'menjual', 'depan umum', 'sistematis', 'paham', 'action', juga muncul 'deg-degan', 'blank', 'grogi', 'takut salah'. Sudah tentu perasaan ini muncul dari pengalaman mereka kalau presentasi.

Saya tiba pada giliran menyoroti 'takut salah'. Saya tanya, "Apa akibatnya takut salah ?"
Mahasiswa : "Ya jadi salah beneran, Pak."
Saya : "Naaah .. itu dia kan ? ... Salah kan pasti terjadi bagi setiap orang yang 'baru' memulai sesuatu kan ?. Jadi SALAH adalah pasti terjadi. Tinggal kita mau menghadapinya dengan TAKUT atau BERANI saja ... Trus apa manfaatnya BERANI menghadapi salah ?"
Mahasiswa : (terdiam sejenak) ... "Jadi belajar dari kesalahan Pak".
Saya : "Anda jadi makin pinter kan ? Anda jadi tahu cara-cara yang ditempuh sehingga akhirnya menjadi salah ..."
Mahasiwa : "Betul, Pak".
Saya : "Berarti anda dapat ilmu kan dari berani menghadapi salah ?. Sekarang apa ruginya BERANI menghadapi salah ?"
Mahasiswa : (diam sejenak) ..."Tidak ada, Pak.."
Saya : "Apa ruginya TAKUT menghadapi salah ?"
Mahasiswa : "Tidak dapat pelajaran ... jadinya gitu-gitu aja, Pak... Nggak maju-maju .."
Saya : "Apa manfaatnya TAKUT menghadapi salah ?"
Mahasiswa : (diam lagi sejenak) .. "nggak ada, Pak.."
Saya : "Nahhh .. kalau lebih banyak manfaatnya kalau BERANI menghadapi salah, dan banyak ruginya kalau TAKUT menghadapi salah, ... lalu anda pilih TAKUT menghadapi salah atau BERANI menghadapi salah ?"
Mahasiswa : "BERANI menghadapi salah, Pak".

Ketika saya bertanya pertanyaan yang sama soal bagaimana menyikapi kesalahan-kesalahan dalam bekerja kepada sekitar 40-an karyawan ketika memberi 'provokasi' di bengkel Setya Jaya Motor di Jatiwaringin , Pak Warto seorang teknisi berkata, "Pak ... menurut saya kalau dalam pekerjaan kita boleh BERANI menghadapi salah ... tapi dalam beribadah kepada Allah kita harus TAKUT menghadapi salah .."***

3 komentar:

Hilal Achmad mengatakan...

bagi dong mas bukunya :)

goooooood girl mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Amir Mahmud mengatakan...

Kita memang harus berani salah dalam melatih diri untuk menjadi lebih baik dan matang. Contohnya, kalau kita ingin jadi penulis, jangan takut salah yang penting mulai saja. Karena dengan keberanian itu kita bisa menghasilkan tulisan yang bisa dibaca oleh orang lain dan diberi masukan. Nah, dengan demikian kita akan tau salah dan kurang kita dimana, dari sanalah kita bisa lebih banyak belajar.